RSS

Berdo`a Dengan Bahasa Jawa

Wong Jowo tapi gak bisa bahasa jawa. Itulah saya. Bukan berarti tidak bisa sama sekali. Bisa, tapi terbatas hanya pada bahasa sehari-hari. Itupun bukan murni bahasa jawa, karena orang banyak menyebutnya bahasa Suroboyo. Meski ada kemiripan tapi sebenarnya pembedanya sangat jelas ! Bahasa jawa itu halus, bahasa Suroboyo itu kasar ! Seperti kebanyakan sifat penggunanya. Tapi jangan juga dikira mereka yang tinggal di luar Surabaya selalu bisa berbahasa jawa. Belum tentu ! Kalaupun mereka berbahasa jawa, bahasanya mayoritas di level ngoko. Sedangkan kromo sudah agak langka, apalagi kromo inggil.

Saat ini bahasa jawa yang digunakan di tanah jawa sudah tidak murni jawa lagi. Sudah banyak bahasa diluar bahasa jawa dipaksakan masuk dalam kalimat-kalimat bahasa jawa. Termasuk bahasa sinetron yang banyak mempublikasikan bahasa gaul. Sebuah bahasa yang enak bagi orang muda tapi membuat gatal telinga orang tua. Karena tidak lebih baik dari bahasa jawa yang sudah ada. Padahal bahasa jawa itu mempunyai dua level lagi diatas level ngoko yakni, kromo dan kromo inggil. Dua level yang kadang bisa berbeda jauh dalam tiap-tiap kata-nya. Mungkin hanya mereka yang sudah tua dan mereka yang serius mempelajarinya yang bisa mengaplikasikannya dalam komunikasi sehari-hari.

Meski terasa sangat subyektif saya sangat mengagumi bahasa jawa kromo, apalagi kromo inggil. Tapi sayang saya tidak mempunyai kemampuan untuk keduanya, karena bahasa saya di jiwai oleh dua bahasa, jawa dan madura. Ibu jawa bapak madura. Meski maduranya bapak berada di tepian pulau Jawa sisi timur dan relatif lebih halus penyampaian kalimatnya, tetap saja kasarnya lidah Suroboyo membuat sulit berbahasa dengan cengkok asli Jawa leluhur. Itulah kenapa saya selalu senang ketika mendengar rangkaian bahasa kromo dalam untaian do`a yang diungkapkan para pakarnya.

Meski juga terbilang bodho, saya juga selalu berusaha untuk menterjemahkan ngoko kasarnya bahasa saya agar terkesan lebih halus meski cuma sedikit sekali bedanya. Jika selama ini saya berdo`a menggunakan teks bahasa Arab seperti umumnya, kali ini saya mencoba untuk juga membiasakan lidah dan bibir berdo`a dalam kalimat bahasa Jawa agar lisan juga sadar bahwa dalam dirinya mengalir darah jawa. Juga agar hati selalu ikut hanyut dalam aliran kata dan kalimat yang terungkap dalam setiap kali kita memanjatkannya. Berikut adalah teks do`a yang saya coba sajikan meski masih terasa benar permukaan kasarnya. Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by pada Januari 7, 2012 in Motivasi

 

Pujian Yang Sarat Makna

Pujian. Sebuah ungkapan hati melalui lisan yang bisa dijadikan jalan untuk memudahkan tercapainya sebuah tujuan. Karena sifatnya yang menyenangkan, sebuah pujian bisa mempengaruhi sebuah keputusan. Terutama keputusan untuk meluluskan sebuah permintaan. Diantara kita ada yang mempunyai sifat suka memuji. Dan diantara kita juga ada yang mempunyai sifat suka dipuji. Berhati-hatilah dengan kedua sifat ini. Karena keduanya menawarkan surga dunia dan mengesampingkan kepentingan akhirat. Setan juga sering ikut andil dalam membelokkan arah pujian. Tetapi, janganlah kita terlalu khawatir, karena jika kita benar meletakkan keduanya pada tempat yang seharusnya, insya Allah kita pun akan mendapatkan tempat yang terpuji dari Allah swt.

Pujian mempunyai dua arah, yakni vertikal dan horisontal. Yang pertama arahnya ke Sang Penguasa Semesta Alam yaitu Allah swt, yang lainnya mengarah ke sesama insan. Tetapi ada juga pujian yang diarahkan untuk diri sendiri mapun kepada makhluk atau ciptaan-ciptaan Allah yang lain. Pujian yang diarahkan untuk diri sendiri lebih banyak berakibat negatif karena berujung pada sifat narsis atau membangga-bangga diri. Sifat ini sangat merugikan diri sendiri karena menganggap tidak ada orang lain yang lebih baik selain dirinya. Mayoritas manusia tidak menyukai orang yang mempunyai sifat seperti ini. Sedangkan pujian yang di arahkan pada makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lain selain manusia, bisa berarti hanya sekedar kekaguman atau justru bisa berkonotasi sebuah pemujaan. Pujian seperti ini bisa berujung pada sebuah pengingkaran tentang dzat Allah swt. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada Desember 8, 2011 in Uncategorized

 

Bolehkah Kita Berbohong ?

Sebuah pertanyaan yang jawabannya bisa digunakan sebagai indikator penjawabnya masuk dalam golongan orang-orang munafik atau orang-orang yang bisa dipercaya. Ketika seseorang menjawab tidak boleh secara mutlak, maka orang inipun perlu diragukan kejujurannya. Karena jujur itu menyangkut lisan, hati dan perbuatan. Ketika lisan mengatakan tidak boleh, belum tentu demikian juga kata hatinya demikain juga perbuatannya. Mungkin juga hatinya berkata, kalau aku boleh. Lisan boleh saja berkata tidak tapi kebanyakan manusia rela berbohong untuk kepentingan pribadinya. Inilah standar ganda dalam bersikap yang banyak diikuti sebagian besar orang. Tak perduli dari lapisan mana saja dan dari golongan atau organisasi apa saja. Karena tak satupun manusia di abad ini yang tak pernah bohong.

Dan ketika seseorang menjawab boleh, orang inipun terkesan tak lagi memperdulikan arti sebuah kejujuran. Sepertinya bohong adalah suatu hal yang biasa. Sehingga apabila seseorang melakukan sebuah kebohongan, hal itu menjadi sesuatu yang harus dimaklumi. Mereka beranggapan bahwa bohong atau tidak itu adalah urusan pribadi. Asal tidak merugikan orang lain secara langsung orang sah-sah saja melakukan kebohongan. Seperti mereka yang banyak berkutat dengan dunia jual beli atau akrab dengan pasar. Bohong adalah sesuatu yang lazim. Bahkan seperti lazimnya sebuah kejujuran. Atau bahkan juga ada yang lebih ekstrem, kalau tak bisa bohong jangan masuk ke dunia jual-beli atau pasar. Mungkin juga ke dunia politik. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada September 29, 2011 in Uncategorized

 

Membenci Kebenaran Kubur

Sebelum membaca keseluruhan artikel ini sebaiknya kita bertanya lebih dulu pada diri kita. Apakah kita seorang yang anti ziarah ? Apakah kita termasuk orang-orang yang membenci orang-orang yang berziarah ? Meski yang mereka ziarahi adalah kubur orang tua mereka atau saudara-saudara mereka sendiri ? Atau bahkan mungkin kita termasuk orang-orang yang mengkafirkan mereka yang melakukan ziarah ? Kemudian marilah kita coba untuk meneliti sejarah perjalanan Islam yang kita anut dan kita yakini sebagai agama yang paling benar ini. Meski kebanyakan dari kita yang menganggap diri paling benar lebih banyak bermodalkan subyektifitas nilai diri sendiri saja. Dan ingat ! Posisi yang paling membahayakan diri adalah disaat kita menganggap diri dan semua yang ada pada diri dan pikiran kita sesuatu yang paling benar.

Rasulullah saw. dan sahabatnya hidup dalam tekanan orang-orang kafir Quraisy ketika masih berada di Mekah, kampung halaman beliau sendiri. Kesulitan hidup bukan hanya terbatas pada pijakan kaki Rasulullah diatas bumi Mekah, tapi juga berdampak pada sulitnya menyampaikan kebenaran yang datangnya dari Allah melalui wahyu-wahyu yang beliau terima. Hampir mustahil ajaran tauhid yang dibawa Rasulullah saw bisa mengalahkan kuatnya keyakinan orang-orang Quraisy terhadap penyembahan berhala. Tapi Allah mempunyai kehendak yang pasti tentang kemenangan Islam sebagai agama Allah. Disaat-saat Rasulullah berada dalam kesulitan hidup dan beratnya mengemban amanat dalam mengajarkan ketauhidan, Allah memberikan jalan atau celah untuk meneruskan langkah menuju kebesaran dan keagungan Islam. Tahukah anda kalau jalan menuju kebesaran dan keagungan Islam itu terselip diantara ritual ziarah ke mekah yang dilakukan oleh orang-orang arab pada saat itu ? Jika saja tidak ada musim ziarah di mekah pada bulan-bulan tersebut mungkin sejarah akan berkata lain. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Juli 18, 2011 in Renungan

 

Ziarah ke Makam Waliyullah

Rasa penasaran tentang keingintahuan mencicipi rasa nikmat dari ziarah ke makam para wali seakan terjawab sudah. Plong rasanya. Ternyata banyak juga kesan yang hinggap di hati kecil ini dari perjalanan yang cukup melelahkan plus menyenangkan tersebut. Meski akhir perjalanan yang kami tempuh terasa ada yang hilang, namun kami semua sepakat bahwa perjalanan religi kali ini telah membuat kami ingin mengulangnya di saat-saat yang akan datang. Ziarah kemakam para aulia Allah tersebut telah sedikit membuka mata hati kami memahami tentang perilaku mereka yang senang dengan perjalanan religi napak tilas makam waliyullah.

Memang, dalam hati kami tidak memungkiri kalau sebagian masyarakat Islam sangat antipati terhadap amalan ziarah wali ini. Tapi kami juga sadar bahwa tanpa meneliti terlebih dahulu, sebuah prasangka negatif yang membabi buta mungkin justru akan membawa seseorang pada perilaku dzalim. Baik dzalim terhadap orang lain, maupun dzalim terhadap diri sendiri. Ziarah yang dilakukan oleh orang-orang beriman bukanlah sebuah perilaku syirik seperti yang sering diungkapkan sebagian saudara kita sendiri. Ziarah adalah amalan silaturahmi terhadap kebenaran sebuah kematian. Yang juga bisa kita maknai sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada para waliyullah atas warisan Iman dan Islam yang sampai saat ini masih kita miliki. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Juli 2, 2011 in Uncategorized

 

Cara Mudah Untuk Kaya

Kaya adalah impian hampir semua orang. Apalagi kaya raya. Hampir semua orang yang merasa hidup kadang mengimpikannya. Salah ? Tidak juga. Mengapa ? Sebab kita telah melihat kenyataan gaya hidup orang-orang kaya yang kadang seperti mustahil kita ikuti. Seakan semua kemudahan dan kemuliaan hidup ada pada mereka. Mau belanja bisa kapan saja. Mau makan enak bisa kapan saja. Mau tidur nyaman bisa kapan saja. Mau bepergian jauh untuk berlibur bisa kapan saja Mau bersedekah bisa kapan saja. Termasuk kalau mau bermaksiat, juga bisa kapan saja. Itulah kenyataannya. Tapi benarkah maksiat juga merupakan keinginan orang kaya ? Relatif sekali jawabannya. Yang jelas kalau seseorang sudah kaya raya, keinginan untuk bermaksiat memang bisa kapan saja.

Saat ini kaya sudah merupakan mind set banyak manusia. Sampai-sampai ada yang berpendapat bahwa miskin itu dosa ! Kalau di lihat dari sudut duniawi bisa saja miskin itu dosa. Tapi dari sudut ukhrawi mungkin justru sebaliknya, kaya yang merupakan lumbung dosa. Kok bisa demikian ? Ya memang demikianlah seharusnya ! Segala sesuatu harus berjalan beriringan dan harus selalu berada dalam keadaan yang seimbang pula. Kalau yang miskin berpotensi dosa, yang kaya tentu berpotensi banyak pahala. Demikian juga kalau yang miskin berpotensi banyak pahala, yang kayapun lebih berpotensi berlumuran dosa. Karena kekayaan bisa digunakan untuk membeli kemaksiatan. Tentu bukan karena kemiskinan saya kalau pendapat ini saya utarakan. Tapi itulah logika pasangan yang di ciptakan oleh Allah swt. atas kehidupan di alam ini. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Juni 14, 2011 in Renungan

 

Metamorfosa Manusia

Sebuah perubahan bertahap yang sering kita kaitkan dengan perubahan fisik dan kemampuan pada kehidupan katak dan kupu-kupu. Karena keduanya mengalami metamorfosis sempurna. Dari mulai telur, larva, pupa dan imago atau dewasa. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan perubahan keduanya pada tampilan fisiknya saja. Padahal di tiap fase perubahan fisik mereka mengalami perubahan kemampuan untuk berbuat atau melakukan sesuatu. Sebenarnuya bukan hanya kedua binatang tersebut saja yang mengalami metamorfosa. Sebagian besar jenis serangga juga bermetamorfosis. Hanya saja, sebagian diantara mereka ada yang mengalaminya secara tidak sempurna dengan melewati tahapan tertentu.

Katak misalnya, dari telur berubah fisik menjadi berudu. Beberapa waktu kemudian tumbuh kaki di bagian belakang dan depan tubuhnya. Kita menyebutnya dengan nama kecebong atau ceblong. Beberapa waktu kemudian barulah fisik katak sempurna sampai dewasa. Kalau kita cermat memperhatikan tahap demi tahap, perubahan fisik pada kehidupan katak mengalami peningkatan kemampuan dalam hidupnya. Dari telur ke berudu benih katak ini mengalami peningkatan kemampuan dari hanya diam ke gerak hidup dalam air dan masih bernafas dengan insang. Baru beberapa waktu kemudian ekor memendek untuk kemudian berubah fisik menjadi katak yang mempunyai kemampuan meloncat di daratan dan piawai berenang di air. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 7, 2011 in Renungan

 

Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi

Putaran adalah gerak sederhana yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar lain. Sesuatu yang bisa berwujud atau tak berwujud, tapi bisa dirasakan dan diambil manfaatnya. Mungkin selama ini kita tak perduli tentang arti sebuah gerak. Terutama untuk gerakan berputar. Mungkin kita tidak tertarik karena kesederhanaan gerak dalam berputar. Monoton. Sangat berbeda dengan gerak bebas yang banyak variasi seperti dalam seni tari atau dalam ilmu bela diri yang full improvisasi dalam gerakan. Paduan gerak dalam sebuah tarian menghasilkan sebuah keindahan. Kadang begitu lembut kadang begitu energik. Demikian juga dengan gerak pada jurus-jurus ilmu bela diri. Menghasilkan keindahan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan perlindungan diri dari gangguan orang-orang jahat.

Kita jarang sekali berpikir tentang sebab-sebab perasaan senang dan nikmat yang terjadi disaat kita mengunjungi pasar malam. Hampir semua mainan yang di tawarkan bersumber pada putaran. Kuda atau hewan-hewan dari kayu yang berputar menghasilkan perasaan senang dan nikmat. Ombak banyu, demikian kita menyebut untuk mainan dengan tempat duduk melingkar yang diputar secara manual atau elektrik, juga menghasilkan perasaan yang lain ketika kita menumpanginya. Hampir semua permainan yang memanjakan rasa berasal dan berawal dari sesuatu yang berputar atau sengaja diputar. Seperti mobil atau motor yang kita tumpangi setiap hari, jika tidak sesuatu yang berputar di mobil atau motor tersebut, niscaya kita akan tersiksa karenanya. Mogok dan justru akan menjadi beban bagi kita. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Mei 28, 2011 in Renungan

 

Manzilah

Sebuah kata yang bermakna tempat atau kedudukan yang menempel secara khusus pada bumi dan bulan. Kita sering menyebutnya dengan istilah orbit, garis edar atau lintasan. Manzilah, adalah ketentuan Allah untuk lintasan perjalanan hidup makhluk-makhluk bulat di seluruh jagat raya. Hanya satu lintasan untuk satu planet dan pengikutnya. Sebuah perjalanan monoton. Membosankan. Tentu saja dalam pandangan manusia. Tapi makhluk-makhluk bulat yang kita sebut planet tersebut adalah makhluk-makhluk yang taat pada perintah Allah. Ada sekitar sembilan planet yang menyertai perjalanan matahari di manzilahnya. Semua melintas secara teratur mengitari Matahari. Tunduk. Tanpa membantah. Dan di angkasa raya ada ratusan milyar kehidupan sejenis tata surya yang kita tempati ini.

Mungkin ada keraguan kalau semua makhluk bulat yang berseliweran diangkasa selama ini adalah sesuatu yang hidup. Sebagian besar dari kita mengenal mereka hanya sebatas nama saja. Dari Merkurius sampai Pluto. Kita menyebut mereka dengan sebutan planet. Planet-planet tersebut berjalan dengan putaran atau rotasinya. Mereka berjalan di atas jalan yang telah ditetapkan atas dirinya. Hanya satu jalan dan kemungkinan besar tanpa kehendak bebas. Dalam pandangan kita sebagai manusia, mungkin mereka benar-benar menikmati hidup dalam keterbatasan gerak. Bentuknya hanya bulatan sederhana dan hanya berputar terus dari waktu ke waktu. Tapi seperti kita lihat, mereka menerima dan menjalani tanpa bantahan sedikitpun. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Mei 21, 2011 in Renungan

 

Kaitkata: , , , , ,

Metode Dakwah Islam.

Dakwah adalah penyampaian pesan-pesan ajaran agama yang berisikan akidah dan norma-norma perilaku yang seharusnya menjadi rujukan masyarakat beragama. Yang menjadi pertanyaan kita adalah, bagaimana metode paling ideal dalam penyampaian pesan-pesan ajaran tersebut. Sementara yang sering kita saksikan di banyak tempat umum maupun di media elektronik adalah sebuah penyampaian pesan religius yang memancing orang untuk tertawa terbahak-bahak. Kita tidak tahu apa yang sedang dilakukan para da`i tersebut. Mereka sedang berdakwah sambil melawak atau sedang melawak sambil berdakwah ? Sedang mengajarkan ilmu agama atau hanya sekedar sebuah pertunjukan lawak berbumbu dakwah yang tujuan akhirnya bermuara di lembaran-lembaran merah.

Kadang memang timbul pertanyaan, apakah metode dakwah seperti ini bisa dibenarkan oleh syariat ? Menimba ilmu agama sambil tertawa cekiki`an. Bahkan sering dan banyak pula dibumbui oleh kata atau kalimat yang nyerempet-nyerempet pornografi. Biasanya terjadi di pengajian umum yang di ikuti laki-laki dan perempuan atau ibu-ibu. Atau ada pula ustadz yang berdakwah dengan gaya lembeng. Hingga kadang menimbulkan petanyaan dalam hati, apakah Rasulullah saw dahulu mengajarkan ilmu agama dengan cara seperti apa yang banyak dilakukan da`i – da`i saat ini. Mbanyol layaknya seorang pelawak. Kelihatan senang dan puas kalau jama`ah yang hadir banyak yang tertawa-tawa karena banyolannya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 12, 2011 in Renungan

 

Kaitkata: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.