RSS

Menghafal Ayat-ayat Allah 1.

29 Mar

Al Qur`an berisi ribuan ayat. Selain ayat-ayat yang ber”cerita” atau kisah-kisah, ada banyak ayat yang berisi perintah dan larangan. Juga ayat-ayat yang berkaitan dengan alam semesta. Ayat-ayat tersebut sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman dan pengetahuan tentang “keberadaan” alam dan siapa yang menciptakannya serta menjelaskan betapa besar, agung dan kuasanya Allah atas apa yang telah diciptakanNya. Selama ini kita lebih banyak tidak perduli dengan ayat-ayat Allah tersebut. Kita lebih memilih untuk mendengar untuk kemudian lewat dan hilang seiring dengan usainya acara pengajian yang kita ikuti. Yang kita hafalpun sangat terbatas sekali. Sangat terbatas pada kebutuhan shalat saja. Keterbatasan yang membuat bacaan shalat begitu statis.

Shalat, selain merupakan sebuah komunikasi, juga memberikan ruang untuk memahami ayat-ayat Allah yang tersebar di berbagai surat. Sayangnya mayoritas dari kita lebih suka “tergesa-gesa” untuk segera salam. Hingga bacaan ayat “bebas” yang disediakan setelah bacaan surah Al Fatihah selalu terisi dengan beberapa ayat yang menjadi hafalan anak-anak atau bahkan cucu-cucu kita. Selalu dan selalu seperti itu. Seperti orang mengambil belerang dari atas gunung, hanya sebuah rutinitas sehari-hari. Padahal pemandangan alam di depannya memberikan sebuah tawaran keindahan dan kesejukan hati. Tapi karena keperluan kita “hanya” mengambil belerang, ya kita abaikan keindahan dan kesejukan yang ditawarkan perjalanan ke puncak gunung tersebut.

Ayat-ayat pendek bukan sesuatu yang tidak berarti. Bukan pula ayat-ayat yang “harus’ selalu dibaca dalam setiap kali shalat. Ayat-ayat pendek di akhir Juz banyak sekali kandungan pelajarannya. Tapi apakah kita benar-benar “sadar” dan paham isi dari ayat yang kita baca tersebut? Kebanyakan kita membacanya dalam shalat hanya untuk “menyelesaiakan” shalat. Kita mengabaikan “isi” yang ada dalam setiap ayat. Untuk itu, pahamilah apa yang kita baca dalam shalat. Dan marilah memulai perjalanan “menuju” puncak dengan menghafal sedikit demi sedikit dengan memperhatikan terjemahannya serta membuka tafsir ayat per ayat. Jika memungkinkan marilah kita cari juga sebab-sebab turunnya ayat yang sedang kita hafal tersebut dalam kitab Asbabun Nuzul.

Beberapa ayat yang masih saling terkait pengertiannya tersebut sangat mudah untuk di hafal. Memang salah satu ciri dari Al Qur`an adalah mudah untuk dihafal. Disamping menambah pengetahuan tentang isi Al Qur`an, hafalan ayat-ayat tersebut juga sangat nikmat dibaca dalam shalat. Nah marilah kita mulai perhatikan tahap demi tahap sebagian kecil perintah dan larangan serta informasi tentang penciptaan alam untuk menambah mantapnya keimanan kita.

QS. Al Baqarah ayat 1 sampai dengan ayat 7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ﴿١﴾

الم﴿١﴾ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ﴿٢﴾الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ﴿٣﴾وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ﴿٤﴾أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴿٥﴾إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ﴿٦﴾خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ﴿٧﴾

(1)Alif laam miim.

(2)Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

(3)(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

(4)dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

(5)Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

(6)Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

(7)Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Tujuh ayat ini mengandung pengertian bahwa, Al Qur`an dan seluruh isinya adalah sebuah “kebenaran” yang tidak pernah meragukan. Menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Ayat 2 sampai ayat 5 berisi ciri-ciri perilaku orang-orang yang bertaqwa dan tentang keberuntungan mereka saat ini maupun kelak di akhirat. Sedangkan 2 ayat terakhir adalah sebuah penegasan bahwa mereka orang-orang kafir atau yang ingkar kepada Allah tidak akan pernah mau diberi peringatan. Mereka tidak akan pernah mau beriman. Allah telah mengunci mati pendengaran dan penglihatan mereka dari kebenaran Iman dan Islam.

Sebagian besar dari kita sudah banyak yang hafal beberapa ayat tersebut, kecuali ayat 6 dan 7. Karena 5 ayat awal dari QS. Al Baqarah sering dibaca dalam acara “tahlil” di setiap malam jum`at atau acara-acara tertentu kelompok jama`ah Nahdliyin. Kita bisa membacanya dalam shalat sebanyak 5 ayat atau tujuh ayat tersebut. Jika kita biasa shalat malam kita bisa memanjangkan bacaan tersebut sampai kira-kira ayat 18 atau ayat 20 untuk satu rakaat. Atau berapa ayatpun yang kita mau.

QS. Al Baqarah ayat 21 sampai dengan ayat 25.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ﴿١﴾

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون َ﴿٢١﴾ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴿٢٢﴾وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴿٢٣﴾فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ﴿٢٤﴾وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ﴿٢٥﴾

(21)Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

(22)Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

(23)Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

(24)Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

(25)Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

Kelima ayat tersebut berisikan perintah untuk beribadah hanya kepada Allah swt. Mengingatkan kepada kita bahwa kita semua dan manusia sebelum kita adalah ciptaanNya. Juga merupakan tantangan kepada mereka yang meragukan kebenaran ayat-ayat Allah swt yang diturunkan melalui wahyu kepada nabi Muhammad saw. Mereka dipersilahkan untuk mencoba membuatnya bersama-sama dengan mereka yang menjadi sesembahannya. Allah memberikan kepastian bahwa mereka pasti tidak akan bisa membuat ayat-ayat tersebut. Lalu Allah memerintahkan kepada kita semua untuk memelihara diri dari siksa neraka yang bahan bakar neraka itu terdiri dari manusia dan batu yang disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah.

Nah silahkan mulai belajar menghafal ayat-ayat Al Qur`an. Dari yang sedikit lama-lama kita akan semakin banyak mengenalnya. Kalau nanti kita sudah banyak mengenal, pasti kita akan semakin mencintai isi ayat-ayat tersebut. Saya akan mencoba untuk secara bertahap menyajikan beberapa ayat untuk dihafal dan dipelajari serta digunakan dalam setiap shalat. Agar shalat kita bisa dinamis karena selalu menghadirkan ayat-ayat yang menimbulkan semangat shalat dan semangat untuk mempelajari Al Quran. Untuk QS Al Baqarah ayat 21 sampai 25 diatas bisa dibaca semua atau kalau merasa terlalu panjang bisa berhenti pada ayat 24 insya Allah cukup untuk sebuah pelajaran.

Sekian.

Surabaya, 29 Maret 2011

Agushar.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 29, 2011 in Renungan

 

2 responses to “Menghafal Ayat-ayat Allah 1.

  1. lpmtestpointzainal asril

    Januari 18, 2012 at 12:07 pm

    Terima kasih atas artikelnya sangat baik untuk kita amalkan.

     
    • Agus Hartono

      Januari 31, 2012 at 6:24 am

      Salam,..
      Sama-sama Mas, sebenarnya masih sangat banyak yang mau saya up-load hafalan ini, tapi saat ini masih terbentur kesempatan. Terima kasih Mas.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: