RSS

Hadits-hadits Populer 4

24 Agu
  • Tentang Shalat.

    Rasulullah saw pernah bersabda setelah selesai shalat, “Yaa fulaanu alaa tuhsinu shalataka alaa yanzhurul mushallii idzaa shalla kaifa yushallii fa innama yushallii linafsihi innii wallahi la ubshiru min waraii kamaa ubshiru min baini yadaiyya”

    artinya, “Wahai si fulan, mengapa kamu tidak membaguskan shalatmu. Tidakkah orang yang shalat itu tahu, bahwa ketika ia shalat, bagaimana seharusnya ia melakukannya. Sesungguhnya ia melakukan shalat hanyalah untuk kepentingan dirinya. Demi Allah, aku benar-benar melihat dari belakangku sebagaimana aku melihat dari depanku”.

  • Akhlak Rasulullah saw. (dari Umar bin Khattab dari atas mimbar).

    Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Laa tuthrunii kamaa athrat nashaara ibnu maryam fa innama ana abduhu faqulu abdullah wa rasuluhu”

    artinya, “Janganlah kamu melampaui batas dalam memujiku sebagaimana pujian kaum nashrani kepada putra Maryam. Sesungguhnya aku adalah seorang hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR Bukhari)

  • Sabda Rasulullah saw, “Inna min khiyarikum ahsanakum akhlaqan”.

    Artinya, “Sesungguhnya sebaik-baik kamu adalah yang paling baik budi pekertinya” (HR Bukhari)

  • Tidak mencacat makanan. (dari Abu Hurairah)

    Rasulullahi saw tha`aman qaththu kaana idzaasytaha syai`an akalahu wa in karihahu tarakahu”.

    Artinya, “Rasulullah saw tidak pernah mencacat makanan sama sekali, jika beliau menginginkan sesuatu makanan beliau memakannya. Dan jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya (tidak memakannya dan tidak mencela makanan itu)”.

  • Keutamaan wudhu. (dari Abu Hurairah)

    Inna ummatii yud`auna yaumal qiyamati ghurran muhajjalina min atsaril wudhu, famas tatha`a minkum an yuthiila ghurratahu falyaf`al”.

    Artinya,”sesungguhnya ummatku paa hari kiamat akan dipanggil, sedangkan pada daerah bekas wudhu’nya memancarkan sinar. Oleh sebab itu, barang siapa diantara kalian yang dapat memanjangkan sinar bekas wudhunya, maka hendaklah ia melakukannya”

  • Rasulullah saw. pernah menyuruh seseorang mengulangi shalatnya sampai tiga kali karena menurut beliau shalat yang dilakukan seseorang tersebut masih belum dilakukannya dengan benar. Kemudian Rasulullah saw mengajari seseorang tersebut bagaimana seharusnya melakukan shalat. (dari Abu Hurairah).

    Beliau bersabda, “Idza qumta ilaash shalaati fa’asbigh al wudhu’a. Tsummas taqbil kiblata fakabbir. Tsumma iqra’ bima tayassara ma’aka minal qur`aan. Tsummar ka`u hatta tathma’inna rakiian tsummarfa` hatta tastawiya qaiman tsummasjudu hatta tathma`inna sajidan tsummarfa` hatta tathma’inna jalisan tsummasjudu hatta tathma’inna sajidan. Tsummarfa` hatta tathma’inna jalisan tsummaf`al. Dzalika fii shalatika kulliha”.

    Artinya, “Jika engkau hendak melakukan shalat, maka berwudhulah secara baik dan sempurna. Kemudian lakukanlah shalat dengan menghadap ke kiblat, lalu lakukan takbiratul ihram, lalu bacalah ayat-ayat al Qur`an yang mudah bagimu (alfatihah dan ayat-ayat yang kamu bisa), selanjutnya ruku`lah dengan thuma`ninah di dalam ruku`. Lalu angkatlah kepala hingga tegak berdiri lalu sujudlah dengan thuma`ninah di dalam sujud. Lalu bangkitlah dari sujud dengan mengambil posisi duduk (duduk diantara dua sujud) dengan disertai dengan thuma`ninah, kemudian sujudlah lagi dengan thuma`ninah, kemudan bangkitlah dari sujud dengan posisi berdiri disertai dengan thuma`ninah. Selanjutnya lakukan demikian itu untuk (rakaat berikutnya) dalam shalat kamu semuanya.”

  • Dari Utsman bin Affan, aku pernah mendengar dari Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Ma min mri’in muslimin tahdhuruhu shalatun maktubatun fayuhsinu wudhu’aha wa khusyu`aha wa ruku`aha illa kanats kaffaratun lima qablaha min dzunuubi ma lam yu`ti kabiiratan wa dzalikad dahra kullahu”

    artinya, “Setiap muslim yang ketika hadir saatnya shalat wajib lalu ia mengambil wudhu dengan yang sebaik-baiknya, lalu ia melaksanakan sholat dengan khusyu`dan rukuk dengan sebaik-baiknya, maka ia dapat menghapus dosa-dosa yang sebelumnya, kecuali dosa-dosa besar. Yang demikian itu berlaku sepanjang masa.”

  • Dari Abu Hurairah, “ashshalatul khamsu wal jum`atu ilaal jum`ati kaffaratun lima bainahunna maa lam tughsyal kaba’iru”.

    Artinya, “shalat wajib lima waktu dan antara satu jum`ah pada jum`ah berikutnya merupakan kaffarat (penghapus) dosa-osa yang terjadi diantaranya, kecuali dosa-dosa besar”

  • Dari Abu Hurairah, “Aroaitum lau anna naharan bibabi ahadikum yaghtasilu fiihi kulla yaumin khamsan maa taquulu dzalika yubqii min daranihi, qalu laa yubqii min daranihi syaian, qaala fadzalika mitslush shalawatil khamsi yamkhullahu bihil khataaya”

    Artinya, “Bagaimana menurut pendapatmu, seandainya di depan pintu rumah seseorang dari kamu terdapat sungai lalu setiap hari ia mandi lima kali dalam sungai itu ? Adakah kotora yang masih melekat daripada tubuhnya?”. Mereka menjawab, “Tentu tidak sedikitpun kotoran melekat di tubuhnya ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Demikian itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus dosa-dosa.” (HR Bukhari).

  • Dari Ayyub ra. Bahwa seseorang berkata kepada nabi saw, “Akhbirnii bi`amalin yudkhilnil jannata.” qaala, “maa lahu maa lahu” lalu Nabi bersabda, “Arabun ma lahu ta`budullaha wa laa tusyriku bihii syaian wa tuqiimush shalata wa tu`tiidz dzakaata wa tashilur rahima.”

    Artinya, “ Beritahukan kepadaku amal yang membuat aku masuk ke dalam surga.” lalu beliau bersabda, “Betapa dia memiliki hajat yang sangat penting.” lalu beliau bersabda, “Hajat yang sangat vital (yang dapat membuatnya masuk surga itu) adalah anda harus menyembah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, anda mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan menyambung hubungan kekerabatan”.

  • Dari Ibnu Mas`ud ra. Sesungguhnya aku bertanya kepada Rasulullah saw, “Qultu yaa nabiyallahi ayyul a`mali aqrabu ilaal jannati. Qalash shalatu alaa mawaqiitiha. Qultu, wa ma dzaa yaa nabiyallahi. Qala birrul walidaini. Qultu wa ma dzaa yaa nabiyallahi. Qalal jihaadu fii sabilillahi”.

    Artinya, “Wahai nabi Allah, amal apakah yang mendekatkan ke surga?” Beliau bersabda, “Shalat tepat pada waktunya”. Aku bertanya lagi, “Lalu amal apa ya nabi Allah?”. Beliau bersabda, “Berbuat baik kepada kedua orang ibu dan bapak?” Aku bertanya lagi, “Lalu amal apalagi ya nabi Allah?” Beliau bersabda, “Jihad di jalan Allah.”

  • Dari Abi Bakar bin abi Musa dari ayahnya, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda, “Man shalla bardaini dakhalal jannah”. (HR. Bukhari).

    Artinya, “ Barang siapa yang melaksanakan shalat bardaini (shalat fajar dan shalat ashar) maka ia akan masuk surga”. (kedua shalat ini telah disyariatkan sebelum disyariatkan shalat lima waktu, sehingga mereka yang melaksanakan kedua shalat ini sebelum disyariatkan shalat lima waktu kemudian meninggal, oleh nabi dinyatakan akan masuk surga).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 24, 2016 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: