RSS

Tanggapan yang mencerahkan.

25 Agu

Komentar atas postingan saya dari sahabat Ustadz Sayyid.

Assalamualaikum wr.wb,
pak Agus Hartono.

Memang tepat sekali bahwa penciptaan langit dan bumi dan segala isinya secara totalitasnya dengan enam(6) masa.
seperti yg bpk sebutkan diatas: Pada beberapa ayat, diantaranya di QS. Qaf ayat 38 yang berbunyi, “Dan sungguh, kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami tidak merasa letih sedikitpun.”

menurut bpk fase pertama(1) adalah bersangkutan dengan ayat :
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)

saya berpendapat bahwa ini kurang tepat karena kejadian ini terjadi setelah penciptaan langit dan bumi,padahal langit dan bumi saat itu belum terwujud.
dengan ayat ini banyak orang/ilmuwan berpendapat bahwa penciptaan alam semesta terjadi karena big bang.(ini adalah pendapat yg salah).

Ayat yg tepat yg kita gunakan untuk penciptaan langit dan bumi adalah dari surat Hud ayat 7.
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah `Arsy-Nya sebelum itu di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

Dengan ayat ini jelas sekali bahwa sebelum penciptaan langit dan bumi ,Arsy Allah berada di atas air.
Dengan ayat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa:

yg padu itu tidak selalu mengartikan padat.
langit dan bumi pada mulanya bersal dari unsur yg satu, yaitu air (sesuatu yg cair) kemudian menjadi 2 benda yg berlainan yaitu atom dan asap(dukhan) hidrogen.
pada awalnya kedua bahan ini ritqun (bersatu padu) kemudian terpecah(fatqun). Dari atom terbentuk bakal bumi dan dari asap(dukhan) hidrogen terbentuk bakal langit.

tentu kita bertanya mengapa air(sesuatu yg cair) dan bukan sesuatu yg padat?
sebelum penciptaan langit dan bumi, Allah telah menciptakan malaikat dan jin dahulu dengan suhu yg amat panas.
“Kabut alam semesta” itu sendiripun terdiri dari segala materi lahiriah-nyata-fisik penyusun seluruh alam semesta ini, dalam bentuk ‘uap’ dari unsur terkecilnya (‘Atom’). Atom juga adalah bentuk setiap materi-benda dalam keadaannya yang paling panasnya. Dan seluruh Atom di alam semesta ini bercampur-baur, bertumbukan dan bergerak dengan amat sangat bebas dan cepat ke segala arah, akibat dari adanya “energi awal alam semesta” yang amat sangat panas tersebut.
Tentu saja setiap Atom itupun tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, akan tetapi jika telah bercampur dalam jumlah yang amat sangat banyak seperti di atas, maka bentuknya akan berupa ‘kabut atau asap’. Sedang jika dilihat dari dekat, asap atau kabut itupun tetap tidak terlihat mata telanjang. Secara sederhananya, “kabut alam semesta itu adalah kabut dari atom-atom gas hidrogen yang sedang terbakar”.

Hal inilah yang dimaksud dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 30 di atas, tentang “masih bersatu-padunya langit dan Bumi” pada saat awal penciptaan alam semesta ini, karena Bumi, beserta segala benda langit lainnya (bintang, planet, komet, meteor, dsb) memang masih melebur dan menyatu dalam ‘suatu kabut’ (atau sama-sekali belum berwujud).
Segala zat ciptaan-Nya di seluruh alam semesta ini (benda mati dan makhluk hidup, nyata dan gaib) pasti berasal dari suatu ketiadaan, lalu diciptakan oleh Allah, Yang Maha pencipta dan Maha kuasa.
Teori big bang berkesimpulan bahwa langit dan bumi pada mulanya adalah subjek dari status ratq. Keduanya lalu dipisahkan (fataqa) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita memahami bahwa seluruh materi di alam semesta terkumpul pada satu titik tunggal.

Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belum diciptakan, juga masih dalam keadaan menyatu dan tidak terpisah dalam titik tunggal ini. Kemudian, titik ini meledak dahsyat dan menyebabkan materi-materi yang dikandungnya terpisah.Aneh kan.

Fase kedua(2) dan seterusnya sampai ke enam(6), saya singkatkan saja dengan surat fushilat ayat 9 s/d 12.

surat fushilat ayat 9/10
Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

arti ayat ini sbb.
penciptaan bumi (kadar makanan untuk penguhninya dsb beserta matahari,bulan dan planit-planit disekitar galaksi kita dalam 4 masa).

Lantas Allah menuju ke penciptaan tujuh langit,
surat fushilat ayat 11/12
Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

setelah pemisahanyg pertama antara galaksii kita(bumi, matahari,bulan dan seluruh planit2) dengan tujuh langit(bima sakti), Allah memerintahkan kepada bumi(galaksi kita) dan tujuh langit(bima sakti) agar mendekat karena Allah bermaksud untuk menghiasi langit pertama dengan bintang-bintang.

ada dua pengartian langit dalam alquran.

-yg pertama yaitu 7 lapisan langit pada galaksi kita surat al mulk ayat 3.
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

lapisan yg ke tujuh dalam galaksi kita (magnetosfir) berjarak kira-kira 30.000km dari bumi.

-dan yg kedua yaitu tujuh langit (bima sakti) dimana langit yg terdekat dihiasi oleh Allah dengan bintang-bintang.
surat fushilat ayat11/12.
Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

langit yg terdekat dari ke tujuh langit(bima sakti) ini berjarak kira-kira 4.5 tahun cahaya dari bumi.

sebenarnya Allah sangat jelas dengan firmanNYA.

wassalamualaikum wr.wb,
sayyid

Jawaban Saya,

Wa alaikum salam ikhwan sayyid,….Terima kasih banyak atas pencerahannya. Pengetahuan tafsir saya sangatlah jauh dibawah standard, jadi komentar Ustadz sangatlah bermanfaat bagi saya. Meski masih berada dalam batas relativitas penafsiran, saya berharap Ilmu Pengetahuan pada akhirnya akan bisa menjelaskan dan menjawab tentang kebenaran tafsir yang mengarah pada kesesuaian takwil. Saya juga membaca banyak buku tasawuf modern yang banyak beredar di masyarakat, meski untuk itu saya harus memilah dulu para penulis dan penerbitnya. Jadi saya merasa sangat bersyukur ketika Ustadz menanggapi tulisan saya. Salam kenal Ustadz, barakallahu laka. Terima kasih.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 25, 2016 in Renungan

 

One response to “Tanggapan yang mencerahkan.

  1. sayyid

    September 3, 2016 at 11:47 am

    Assalamualaikum wr.wb,
    pak Agus Hartono,
    memang saya juga menganjurkan agar bapak mempelajari tasawuf agar lebih luas pandangan terhadap kitab suci alquran,walaupun demikian memilih penulis yg terbaik sudah tentu diutamakan.
    Sebenarnya ilmu tasawuf ini sudah ada pada diri manusia hanya saja belum dibangunkan!seperti firmanNYA kepada adam dahulu :Al Baqarah ayat 33.
    Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

    arti dari apa yg kamu lahirkan disini adalah katakan dan arti dari apa yg kamu sembunyikan adalah yg tersimpan dalam dadamu(hatimu).

    perkataan dan hati musti sejalan (inilah yg perlu dibangunkan).

    Saat pertemuan nabi musa a.s dengan Allah S.W.T.
    Allah berfirman kepada nabi musa a.s pada surat taha ayat 11-14.
    “Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku” [QS. Thaha : 11-14].

    sudah tentu nabi musa a.s saat ini kebingungan melihat api yg tidak membakar lantas mengeluarkan suara.
    nabi musa a.s saat ini belum memiliki ilmu bahwa Allah tidak sama dengan makhluknya dan bahwa beliau saat ini berada di belakang tabir dan apa yg dilihatnya sebenarnya bukanlah Tuhan yg sesungguhnya.

    Ilmu nabi musa a.s bertambah apabila beliau berhadapan dengan firaun bersama tukang sihir di istana sehingga menimbulkan kecemasan dan kebingungan dalam hatinya.sehingga berfirmanlah Allah : surat al A´raf ayat 115-117
    Ahli-ahli sihir berkata: “Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?”
    Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan).
    Dan kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.

    dalam kecemasan dalam hati musa ,Allah telah menenteramkan hatinya dan berkata pada hatinya( musa) lemparkanlah tongkatmu.
    sudah tentu musa saat ini tambah kebingungan dan ingin mengetahui wajah Tuhan yg sebenarnya.
    ingatlah pak Agus Hartono, Allah akan meninggikan derajat orang yg berilmu satu derajat.

    wassalamualaikum wr.wb,

    sayyid

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: