RSS

Leadership

 

Apakah anda seorang pemimpin ? Atau calon pemimpin ?

Perhatikan sifat-sifat di bawah ini !

  1. Tidak Egoistis. Seorang pemimpin tidak boleh mempunyai sifat mementingkan diri sendiri , mau menang sendiri atau bersifat otoriter dalam melaksanakan pekerjaan di lingkungan kerjanya. Harus bisa melihat pada kepentingan yang lebih luas, yaitu kepentingan perusahaan dan kepentingan seluruh karyawan tentunya. Setiap keputusan harus dipertimbangkan bersama dan bisa diterima bersama-sama pula. Kebesaran hati dalam menerima keputusan yang telah di tetapkan mutlak harus di usahakan.
  2. Adil. Bisa memutuskan dan memberi solusi atas semua problem yang ada secara adil, tidak memihak, berusaha untuk memberikan jalan yang bisa diterima oleh semua pihak yang terkait, dan berusaha memberikan kesan yang seimbang terhadap setiap penyelesaian masalah.
  3. Jujur. Mutlak diperlukan dalam memberikan informasi-informasi yang bersifat umum, untuk kepentingan perusahaan maupun untuk kepentingan karyawan. Jujur dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan oleh atasan, jujur pada setiap kesalahan-kesalahan yang terjadi, baik dalam proses produksi maupun administrasi.
  4. Mempunyai perhatian terhadap bawahan. Harus mempunyai kesadaran bahwa karyawan bawahan itu juga menginginkan perhatian, menginginkan kesan bahwa pimpinannya juga memperhatikan dirinya. Maka, perhatian sekecil apapun akan sangat bermanfaat, baik bagi bawahan maupun atasan yang bersangkutan. Berusaha selalu obyektif dalam menilai dan tidak memberikan kesan “like and dislike” terhadap bawahan.
  5. Penuh tanggung jawab. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala sesuatu yang terjadi di lingkup kerjanya, dengan berusaha untuk tidak mengalihkan kesalahan kepada rekan kerja yang lain ataupun bawahannya. Dan berusaha untuk tidak “lari” dari tanggung jawab. Bagaimanapun seorang pimpinan tidak akan bisa lepas dari kesalahan yang dibuat oleh bawahannya.
  6. Berpengalaman. Harus mempunyai pengalaman yang akan berguna dalam menyelesaikan pekerjaan dan problem-problem yang akan terjadi, baik dalam proses produksi maupun administrasi, maupun permasalahan yang terjadi antara perusahaan dengan pihak di luar perusahaan.
  7. Cerdas. Mutlak diperlukan, agar proses kerja dan keputusan-keputusan yang akan di buat bisa tepat dan akurat, tidak terkesan trial and error. Cerdas lebih dikonotasikan pintar atau mempunyai IQ yang cukup.
  8. Penuh inisiatif dan kreatif. Berusaha untuk mengambil peran terhadap permasalahan yang muncul atau yang belum sempat tertangani dengan memberikan tawaran-tawaran solusinya. Dan mampu mengantisipasi permasalahan dan peluang disaat sekarang maupun yang akan datang.
  9. Sehat Jasmani dan Rohani. Seorang pemimpin harus benar-benar sehat, baik jasmani maupun rohaninya, sehingga benar-benar bisa memimpin dengan jasmani yang sehat dan rohani yang sehat pula. Yang bisa mencerminkan kekuatan atas seorang pemimpin atas yang dipimpinnya.
  10. Mampu menasihati bawahannya. Mempunyai kemampuan dan pengalaman untuk memberikan pengarahan kepada bawahan dengan memberikan motivasi untuk bisa maju dan lebih baik lagi dalam melaksanakan pekerjaan. Dan harus melakukannya secara berkala agar karyawan tidak lepas kontrol dalam perilaku dan komunikasinya.
  11. Mampu memilih dan menempatkan orang pada posisi yang tepat. Bisa membaca kemampuan atau skill seseorang dan menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan kebutuhan. Sehingga efektifitas dan effisiensi kerja dapat terealisasi dengan jelas. Ini sangat diperlukan agar pekerjaan tetap berjalan dengan lancar.
  12. Mampu menciptakan komunikasi 2 arah. Setiap apa yang telah di sampaikan kepada rekan kerja baik di level yang lebih atas maupun bawah akan menimbulkan balikan yang selaras dengan maksud dan tujuan, sehingga nantinya bisa diperoleh suatu hubungan yang harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Hal ini sangat berguna sebagai formula untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang akan direalisasikan di permukaan.
  13. Pengetahuan mengenai hubungan dengan manusia cukup luas. Mempunyai kultur sosial yang bagus. Sering berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai hal yang nantinya akan sangat berguna dalam mempertimbangkan berbagai masalah yang terjadi.
  14. Berwibawa. Bisa menimbulkan kesan berwibawa, dalam arti kesan, kuasa, berwenang, disegani, yang akan membuat apa yang akan di sampaikan lebih di perhatikan oleh rekan dan bawahan.
  15. Mempunyai kestabilan dalam emosi. Emosi yang stabil secara sederhana bisa digambarkan sebagai sifat tidak mudah marah, dan bisa menahan diri dari sifat cepat marah dan membabi buta. Penting sekali agar setiap keputusan tidak dipengaruhi oleh sifat emosi yang berlebihan.
  16. Berani mengambil resiko untuk mencapai kesuksesan. Apabila diperlukan seorang pemimpin harus berani “gambling” terhadap resiko yang akan diterimanya. Karena ketakutan terhadap suatu hasil yang belum pasti bisa, belum tentu juga akan menguntungkan di masa mendatang. Bisa-bisa malah tidak kebagian sama sekali. Terutama berkaitan dengan produksi dan pemasaran hasil produksi.
  17. Mampu mempengaruhi orang lain. Kemampuan yang juga sangat penting untuk membawa seseorang pada situasi yang kita kehendaki. Terutama menghadapi konflik antara karyawan dan perusahaan. Penting sekali untuk bekal bagi bagian marketing dan penjualan. Untuk mempengaruhi calon pembeli agar tertarik dan segera membuat keputusan untuk membeli.
  18. Memiliki jiwa inovatif. Mempunyai kemampuan untuk menciptakan, memperbaiki yang sudah ada, baik dalam proses produksi maupun sistem management, sehingga selalu bisa tercipta suasana fresh dan selalu menunjukkan arah perkembangan yang lebih baik.
  19. Konsisten terhadap prinsip dan flexible dengan metode.  Bisa memberikan toleransi terhadap metode atau cara yang digunakan rekan atau bawahan asalkan tidak mengubah kesepakatan yang telah dibuat bersama. Hal ini sangat penting untuk menghargai pendapat dan metode orang lain, sepanjang tidak melenceng dari tujuan utama.
  20. Tegas dalam bertindak namun tidak kasar. Termasuk di dalamnya dalam memberikan sanksi terhadap setiap kesalahan yang terjadi, namun tetap disertai dengan sajian komunikasi yang baik, yang tidak akan memancing penerima sanksi untuk melakukan perlawanan akibat dari kesalahan penyampaian.

 

20 sifat yang harus ter-aplikasi pada diri kita.

     
 

5 responses to “Leadership

  1. Johar Manik

    Desember 15, 2010 at 7:39 am

    Salam… .

    Itu semua norma idealis ya? wah mencapai ke 20nya adalah suatu hal yang luar biasa,

     
    • Agus Hartono

      Desember 17, 2010 at 1:44 am

      Benar mas, untuk mencapai ke-20 sikap tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi setidaknya ke-20nya bisa kita jadikan rujukan dalam melakukan sebuah tindakan. Untuk itu perlu dibaca dan dipahami untuk kemudian disimpan di memori otak kita. Suatu saat mungkin berguna untuk dijadikan pertimbangan dalam melakukan sebuah tindakan. Kita semua tahu bahwa sebuah permasalahan bisa terselesaikan dengan baik, jika menggunakan metode dan “obat” yang tepat. Trims.

       
  2. LUSI

    Maret 10, 2011 at 12:38 pm

    Yang menjadi dilema saya saat ini adalah ketika kita harus menjaga reputasi kepemimpinan dengan mengorbankan kejujuran, mencari ridha atasan dgn mengorbankan ridha Tuhan.

    sebagai staf sulit untuk menolak keinginan pimpinan tsb, krn hampir semua pimpinan di lembaga yg sama melakukan hal tsb (manipulasi data).

    berharap semoga Tuhan memaafkan saya.

     
    • Agus Hartono

      Maret 11, 2011 at 12:48 am

      Dilema Umum. Saya yakin hal seperti ini hampir terjadi di semua devisi di hampir semua departemen. Pemerintah maupun non pemerintah. Sepanjang masih dalam “perintah” dan “paksaan” serta “keterpaksaan” Insya Allah kita akan diampuni oleh Allah swt.

      Karena sebuah “keterpaksaan” akan menimbulkan rasa “maklum”. Tapi ketika kita melakukannya atas “kehendak dan kesadaran” maka tidak ada lagi kata “maklum” dan ampun. Mudah-mudahan anda dan kita semua masih tergolong dalam kelompok yang “memelihara” Iman, hingga kucuran ampunan dari Allah senantiasa tercurah kepada anda dan kita sekalian.

      amiin.

       
  3. Andi Irawan

    Juli 2, 2013 at 7:27 am

    hal apa saja yang menyebabkan bawahan tidak bisa menerima suatu keputusan yang telah diambil oleh pimpinan?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: